Selasa, 27 September 2016

Menjadi Single Diantara Makin Maraknya Gay dan Tuntutan Menikah



Judulnya based on true story dan hasil obrolan dengan beberapa orang.

Bermula dari keprihatinan diri ini dengan generasi muda yang makin menggila, ujung-ujungnya saya juga yang kena, salah satu efek sosial media?

Hampir setiap hari atau setiap minggu saya selalu menemukan berita yang memprihatinkan tentang moral generasi muda yang semakin menurun, mulai dari anak SD yang berpacaran, pelajar yang sudah tidak malu bermesraan di tempat umum, pelajar yang hamil di luar nikah lalu kasus pelecehan dibawah umur. Bisa dibilang saya termasuk anak generasi 90’an, dan sedang menapaki jejak ke tingkat pendewasaan yang lebih matang.
Di umur saya yang sekarang, saya lumayan lama tidak menjalin hubungan serius dengan seorang pria, bukan berarti saya tidak pernah berpacaran dan memutuskan untuk sendiri sampai menemukan orang yang berani berbicara soal pernikahan dan keluarga.

Sepertinya saya kurang beruntung, dalam beberapa tahun ini malah sedang trend menikah di usia muda. Dan wanita seusia saya menjadi incaran empuk jika ditanya soal pernikahan.
Kadang saya berpikir, memang lumayan sedih disaat saya jalan-jalan seorang diri, disaat yang lain makan dan nonton film dengan pasangannya, saya melakukan itu sendiri. Hahahahaha
Tapi saya tetap enjoy dan positive thinking walau selalu dihantui kata ‘nikah’, dan alhamdulillah saya masih bisa menjaga pergaulan saya pada jalur yang baik. Hidup di daerah penyangga ibukota bukalah hal yang mudah, bahkah saya sudah tidak aneh mendengar soal minum-minum, narkotika, dan seks bebas. Dan satu hal lagi, maraknya soal LGBT.
Ya, pria homoseksual sekarang sudah bertebaran dan tidak bisa dibedakan dengan pria biasa. Sudah banyak orang yang bilang jikalau pria itu hanya ada dua jenis, antara brengsek atau homo. Makin prihatinlah saya dengan nasib saya.

Untuk menghidari hal itu maka saya selalu berpikir panjang jika dekat dengan seorang pria maka saya juga harus tau mengenai keluarganya, karena pernikahan itu bukan hanya menyatukan 2 orang tapi juga menyatukan 2 keluarga. Saya mendapatkan banyak pelajaran dari kakak-kakak saya dan juga senior saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar